Pelatihan Hadroh Bagi Pemuda, Ibu-ibu Fatayat dan Muslimat NU Desa Karangtawang Bekerja Sama Dengan KKN UNUGHA
Karangtawang, 6 Agustus 2024 – Sebagai upaya melestarikan seni budaya Islami dan mempererat ikatan sosial di kalangan warga, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) mengadakan pelatihan hadroh bagi pemuda, ibu-ibu Fatayat, dan Muslimat NU di Desa Karangtawang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan meningkatkan keterampilan hadroh di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda dan ibu-ibu.
Pelatihan hadroh yang diadakan di aula desa ini mendapat sambutan hangat dari peserta. Mereka antusias mengikuti setiap sesi pelatihan yang meliputi pengenalan alat-alat musik hadroh, teknik dasar bermain hadroh, hingga latihan bersama untuk menciptakan harmoni dalam setiap lagu yang dibawakan.
“Kami sangat senang bisa belajar hadroh. Ini adalah kesempatan yang langka dan kami berharap bisa terus berlatih agar lebih mahir,” ujar Ibu Husna, anggota Muslimat NU yang turut serta dalam pelatihan ini.
Mahasiswa KKN UNUGHA berperan sebagai instruktur dan pendamping selama pelatihan. Mereka tidak hanya mengajarkan cara bermain hadroh, tetapi juga menjelaskan makna dan filosofi di balik setiap lagu yang dibawakan dalam seni hadroh. Hal ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman peserta mengenai nilai-nilai religius yang terkandung dalam seni ini.
“Kami berharap pelatihan ini dapat membangkitkan minat generasi muda dan ibu-ibu untuk melestarikan seni hadroh. Ini bukan hanya tentang seni, tetapi juga tentang menjaga tradisi dan mempererat tali silaturahmi antarwarga,” ungkap Faisal, salah satu mahasiswa KKN UNUGHA.
Pelatihan ini diakhiri dengan penampilan bersama dari seluruh peserta, yang membawakan beberapa lagu hadroh di hadapan warga desa yang turut hadir. Penampilan tersebut mendapat tepuk tangan meriah dan menjadi bukti nyata dari hasil pelatihan yang telah mereka jalani.
Dengan adanya pelatihan hadroh ini, diharapkan seni budaya Islami dapat terus dilestarikan di Desa Karangtawang, dan generasi muda serta ibu-ibu semakin aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial di desa mereka.
